Postingan

'Mengupas' Manusia dari Hubungan Kejahatan dengan Perekonomiannya

Gambar
  Sumber: https://brightside.me/wonder-curiosities/10-differences-between-the-habits-of-the-rich-and-the-poor-that-explain-a-lot-794028/ Kali ini gua mau bahas mengenai 'mengupas' manusia dari hubungan kejahatan dengan perekonomiannya nih. Eitss, mengupas disini bukan dalam bentuk kata kerja yaa, tapi hanya kiasan. Maksud gua 'mengupas' disini seperti membuka perlahan 'isi' manusia.      Sebelum gua lanjut gua perlu disclaimer terlebih dahulu kalau tulisan ini adalah pandangan dari gua, mungkin ada benarnya mungkin ada salahnya (karena benar salah sebenarnya relatif). Jadi bagi teman-teman yang memiliki pandangan berbeda ataupun ingin membahas lebih lanjut, monggooo ditulis di kolom komentar ya :)    Oke, pertama gua mau bahas, kenapa gua taro kata 'kejahatan' nih di judul, kenapa bukan kriminalitas , karena kriminalitas lebih mengarah ke perbuatan yang melanggar hukum yang ada, sedangkan kejahatan dimana diambil dari kata dasar jahat lebih mengarah d...

Memangnya Harus Sama?

Gambar
Pernah nggak denger, ada guru, dosen, atau sesepuh yangg bilang 'Kamu harus jadi seperti saya ya! Punya jabatan tinggi, pendidikan tinggi, bla bla bla...' semoga yangg ngomong umurnya tinggi juga. Nggak ada yang salah sihh (sebenarnya ada, kalo nggak ada ngapain dibahas), nggak ada yang salah dengan membanggakan jabatan ataupun status pendidikan, itu kan pencapaian kita, wajar kalau kita merasa bangga, tapi kenapa harus diikuti dengan kata - kata 'harus seperti saya' atau 'harus sama kayak saya' kita aja nggak dari satu rahim, kenapa harus sama? Entah kenapa denger pernyataan kayak gitu tuh bukannya termotivasi, malah berasa teremehkan. Apa yg membuat mereka menjadikan jabatan dan status pendidikan mereka sebuah standar yg harus diikuti semua org? Bagaimana kalau aku atau orang lain memilih jalan yg berbeda dari mereka? Jadi penulis misalnya, atau pemain bola, atau juru masak, atau ibu rumah tangga yang menikah dengan crazy rich asia? (amin)  Apa...