Memangnya Harus Sama?
Pernah nggak denger, ada guru, dosen, atau sesepuh yangg bilang 'Kamu harus jadi seperti saya ya! Punya jabatan tinggi, pendidikan tinggi, bla bla bla...' semoga yangg ngomong umurnya tinggi juga.
Nggak ada yang salah sihh (sebenarnya ada, kalo nggak ada ngapain dibahas), nggak ada yang salah dengan membanggakan jabatan ataupun status pendidikan, itu kan pencapaian kita, wajar kalau kita merasa bangga, tapi kenapa harus diikuti dengan kata - kata 'harus seperti saya' atau 'harus sama kayak saya' kita aja nggak dari satu rahim, kenapa harus sama?
Entah kenapa denger pernyataan kayak gitu tuh bukannya termotivasi, malah berasa teremehkan. Apa yg membuat mereka menjadikan jabatan dan status pendidikan mereka sebuah standar yg harus diikuti semua org? Bagaimana kalau aku atau orang lain memilih jalan yg berbeda dari mereka? Jadi penulis misalnya, atau pemain bola, atau juru masak, atau ibu rumah tangga yang menikah dengan crazy rich asia? (amin)
Apa itu bakalan merubah cara pandang mereka?
Yaa... Kalau pun nggak merubah cara pandang mereka nggak apa - apa sihh, tapi semoga nggak merubah cara pandang kita terhadap diri kita sendiri, karena nggak ada yang salah dengan menjadi beda dan nggak menjadi 'lebih diatas' dari orang lain.
Mungkin aku nulis begini karena aku nggak punya ambisi yang sangat besar (kalo ambigu sering), lalu mungkin ada juga yg berpikir bahwa jabatan dan status pendidikan yang tertentu juga udah menjadi standar org untuk bersosialisasi dengan sesama. Tapi, ikan akan selalu berenang di laut, burung akan terbang di udara, kuda akan berlarian di darat, dan mereka bisa hidup rukun tanpa mempersalahkan satu dengan yang lainnya.
Gimana kalau menurut kalian??

Komentar
Posting Komentar